Serial Isra’ Mi’raj 1

Isra’ Mi’raj 1:  Merelevankan peristiwa Isra’ Mi’raj dengan kehidupan semasa 

Saya tidak berhajat untuk bercerita tentang kisah dan sejarah isra’ mi’raj. Apatah lagi, kisah berkenaan sudah saban tahun disebut ulang. Apatah lagi, saya yakin anda semua sudah sedia maklum akan jalan cerita kisah tersebut. Bahkan, anda barangkali lebih tahu lagi fasih berkenaan peristiwa ini lebih daripada diri saya sendiri. Cumanya saya hendak mengajak anda, wahai pembaca budiman, betapa mungkin ada beberapa perkara yang boleh kita adaptasikan daripada isra’ dan mi’rajnya Nabi SAW, dengan kehidupan kita yang serba moden lagi canggih hari ini. Tentunya, ada ibrah-ibrah (pengajaran-pengajaran) dan hikmah-hikmah (rahsia yang tersembunyi) daripada peristiwa ini, yang tetap relevan sepanjang zaman.

Cumanya sayang seribu kali sayang, acapkali kita membahas dan menyambut isra’ dan mi’raj ini, kita hanya sekadar fokus pada jalan ceritanya sahaja semata-mata. 

 Saya mengajak diri anda, wahai pembaca yang budiman, agar dapat kita gunakan kebijaksanaan kita, untuk melihat kerjaya dan bidang tugas masing-masing –sama ada doktor atau engineer atau seniman atau arkitek dan lain dan lain dan lain- untuk melihat “dunia kita” dari sudut pandangan agama, dan melihat agama menggunakan pemikiran kritis bidang kerjaya kita. Di sinilah, Barat dan Timur bertemu muka dan merungkai segala batas sempadan. Barat, yang sering disinonimkan dengan kemajuan, dan Timur, yang sering dikaitkan dengan agama, bisa saling berinteraksi, saling membaiki dan saling mengukuhkan antara satu dengan yang lainnya. Sudah tiba masanya kita “mentimurkan” Barat -yakni mengislamisasikan kemajuan-kemajuan, teknologi-teknologi, sistem-sistem dan seumpamanya; seperti mengubal modul motivasi hingga bisa dirujukkan kembali dengan dalil Quran dan hadith misalnya, atau system-sistem ekonomi terkini dapat diguna pakai tetapi dengan membasmi unsur-unsur riba’ dan haram misalnya, dan lain-lain contoh- serta “membaratkan” yang timur –seperti memodenkan pemikiran kita dalam memahami hukum-hakam fiqh misalnya, atau mentadbir masjid dengan profesionalisme  ala ISO contohnya, dan macam-macam contoh yang bisa difikirkan bersama-sama. 

Lalu, tatkala ALLAH SWT menjamin betapa al-Quran tidak pernah tertinggal dan ALLAH SWT tidak pernah lupa untuk melengkapkan al-Quran dengan segala macam pengetahuan dan panduan, kita bisa meyakini betapa di dalam 114 surah al-Quran itu, lengkap menceritakan –secara umum- semua macam ilmu pengetahuan, yang terpenting dan paling mustahak untuk diketahui. 

“….Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”.(Surah al-An’am [6]:38) 

Makanya, mengambil contoh kisah ashabul kahfi misalnya, berapakah bilangan hero-hero penghuni gua itu, siapa saja nama-namanya, apa saja nama anjingnya, dan lain-lain kisah yang menjadi focus perbicaraan manusia kini, adalah tidak atau kurang penting untuk kita ketahui, lantaran andainya hal itu penting, nescaya ALLAH SWT tidak akan lupa untuk menceritakannya di dalam kitab-Nya.

 “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.”(Surah al-Kahfi [18]:22) 

Tetapi, tatkala tak semena-mena ALLAH bercerita tentang keadaan anjing itu tatkala di pintu gua, dialog para ashabul kahfi tentang makanan sebelum pergi ke pasar, posisi tidur ashabul kahfi yang tidak tetap, dan seumpamanya, maka kita yakin betapa ada hikmah-hikmah dan ibrah-ibrah yang bisa kita pelajari daripada perkhabaran Dzat yang Maha Agung ini. 

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. 

Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. 

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun.”

(Surah al-Kahfi [18]:17-19) 

Maka inilah yang ingin kita sama-sama gali dan renungkan, iaitu “apa saja yang bisa kita pelajari daripada kisah Isra’ Mi’raj ini lalu dapat kita laksanakan dan amalkan dalam kehidupan moden kita pada hari ini?” InsyaALLAH, akan saya kongsi pandangan saya berdasarkan pengalaman-pengalaman kerjaya saya, dan mudah-mudahan tuan-tuan juga dapat melakukan hal yang sama.

About faridul

Engineer di siang hari, murabbi di malam hari, da'ie sepanjang hari
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s