BARUA (?)

BARUA

Saya tertarik dengan hujah membela diri Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat di dalam salah satu kuliahnya, berhubung isu perkataan “Barua” yang diucapkan oleh beliau. Sesetengah pihak marah kerana ucapan kasar sedemikian keluar daripada mulut seorang tokoh agama sekaligus Mursyidul Am sebuah parti Islam seperti beliau. Jelas Tok Guru, pihak-pihak ini justeru tidak faham akan tugas dan peranan sebenar seorang mursyidul am, kirana Nabi SAW pun, seperti mana baginda pernah bertasbih, baginda juga pernah menyumpah.

 

Baru kini saya mendapat tahu bahawa perkataan “persetankan” serta “berambus” adalah perkataan yang sangat kasar, atau mungkin sampai ke tahap lucah, hingga tidak boleh sama sekali diucapkan. Sambil saya memang dibesarkan di persekitaran kawan-kawan yang terbiasa bercakap kasar dan lucah, tapi sungguh saya tidak pernah tahu bahawa “persetankan” dan “berambus” termasuk di dalam kategori itu. Tidak apalah andainya ada pihak berhujah perkataan-perkataan kasar dan kesat itu tidak sesuai dengan budaya Melayu. Cuma, tatkala ada pihak menggambarkan seolah-olah Islam mengharamkan secara mutlak penggunaan perkataan kasar, terus saya menjadi aneh. Jika benar Islam tidak membenarkan penggunaan perkataan kasar, ini bererti al-Quran yang mulia dicemari oleh banyak ayat-ayat palsu, lantaran ada banyak ayat-ayat yang menggunakan perkataan kasar ternukil di dalamnya, antaranya seperti berikut:

 

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat ria. (Surah al-Ma’uun [107}4-6)

 

“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Kabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Kabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.” (Surah al-Maidah [5]:31)

 

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun”. (Surah al-Kahfi [18]:49)

 

“Berkata Musa kepada mereka: “Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa”. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.” (Surah Tahaa [20]:61)

 

“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab (ku). “(Surah al-Furqan [25]:28)

 

“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar”. (Surah alQashas [28]:80)

 

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” (Surah al-Humazah [104]:1)

 

Bukan sahaja perkataan kasar seperti “celaka” hadir dalam al-Quran, tapi juga segala macam jenis binate turut diungkapkan al-Quran, contohnya:-

 

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Surah al-A’raf [7]:179)

 

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (Surah al-Furqan [25]:43-44)

 

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (Surah al-A’raf [7]:176)

 

“Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (Surah al-Maidah [5]:60)

 

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Surah al-Baqarah [2]:74)

 

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (Surah al-Jumu’ah [62]:5)

 

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (Surah al-Munafiqun [63]:4)

 

Bukan sahaja al-Quran, malah hadith Nabi Saw juga turut menggunakan perkataan kasar, antaranya;

 

“halaka mutanatthi’uun” “Celakalah orang-orang yang mempersulit-sulit” (Hadith riwayat Muslim dari Ibnu Mas’ud)

 

Apa pula kata Nabi SAW tentang dinar dan dirham?

Inilah masalahnya umat kita. Kita ingin berbicara tentang Islam, tetapi tidak mahu merujuk pada sumber-sumbernya yang sebenar, sumber yang merupakan standard untuk melayari kehidupan dan dengannya, kita tidak akan pernah tersesat selagi kita berpegang teguh kepadanya.

 

Jazakallah khairan kepada akhi Dini Syarif kerana menunaikan hak ukhwah mempertahankan saudara seIslamnya. Buat semua, rujuklah kembali al-Quran dan hadith agar kita memahami Islam yang sebenarnya.

 

Saya sudah bosan menulis. Dan saya harap, kita pun akan lebih banyak mambaca daripada asyik menulis semata-mata, apatah lagi jika tulisan kita sekadar untuk menghentam dan mempertikai sesama kita tanpa berhujah bersandarkan nash dan dalil, akibat kurangnya pembacaan dan pentarbiyahan diri kita.

Advertisements

About faridul

Engineer di siang hari, murabbi di malam hari, da'ie sepanjang hari
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to BARUA (?)

  1. Ya ya betul. Kamu betul.

    Alhamdulillah penerangan ini mudah-mudahan dapat membuka hati orang-orang yang ingin membuka hatinya.

  2. penyokongpaklah berkata:


    Kebanggan Malaysia: MALAYSIA MENGHASILKAN ROTI BABI

    KAU MASUK LA SINI
    http://www.youtube.com/watch?v=OYDvbfvEHBE

    KUIKUIKU..
    TU LAH KO SOKONG PARTI CILIKA TU BUAT APA HAH

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s