KOMUNIKASI

Komunikasi -dalam pengertian dunia engineering- ialah proses asas pertukaran maklumat. Bila menyebut pertukaran maklumat, ertinya ada saling tindak balas. Sesetengah pihak pula mengistilahkan komunikasi itu hanya sekadar penyampaian maklumat, sedang untuk sampai ke maqam saling bertindak balas, bertukar maklumat, itu dinamakan komunikasi efektif. Entahlah, tapi sebagai seorang electrical engineer, sudang barang tentu saya menyetujui definasi yang diberikan oleh buku-buku engineering saya tadi.

direct_communication_marketing

Dan komunikasi itu pula harus melibatkan 3 hal, atau rukun, atau syarat sah untuk sesuatu itu untuk disebut atau digelar sebagai komunikasi. Anda harus ada transmitter yakni penghantar, receiver yakni penerima, serta communication channel atau medium komunikasi, itulah peranan yang dimainkan oleh gelombang. Tanpa 3 ini tadi, maka yang namanya komunikasi itu tidak wujud, atau komunikasi itu tidak berhasil.

Kalau anda tanya saya, apa makna komunikasi itu pada tanggapan saya, saya mendefinasikannya berdasarkan “asal usul” munculnya  kata itu. Bagaimana kata “komunikasi” itu bisa wujud? Apa kata akarnya? Kerna misalannya bahasa arab, demi mengetahui makna sesuatu perkataan, harus anda tahu dahulu akan kata akarnya. Misalannya, zakat, kata akarnya zakaa, yakni suci. Lantas, zakat itu adalah sebuah proses menyucikan harta sekaligus menyucikan juga jiwa para pengeluarnya. Atau taqwa, kata akarnya wiqayah, yakni pencegahan, maka yang dimaksudkan dengan taqwa itu adalah bagaimana kita mencegah jiwa kita daripada dijilihat daripada api neraka, sesuai dengan firmannya; “Wahai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka..” (Surah at-Tahrim[66]:6).

Lantas, apa kata akar komunikasi saya? Mungkin, pendapat saya, komunikasi diambil dari perkataan ko-mu-ni-kasi. Maksudnya apa? Ko -ertinya ngko. Mu -ertinya hang, demo, kamu. Makanya kita sebut “ko ni” (engkau ni), mu ni (demo ni), KASI. Kasi? Kasilah! yakni memberi. Makanya engkau, mu ni, harus KASI. harus berjiwa memberi! Dan memberi itu, harus pemberian yang bermanfaat! Jika tidak, jika anda tidak bisa memberi hal yang bermanfaat, biar sekadar wajah nan manis di hadapan saudaramu sesuai dengan sabda Nabi-NYA, maka itu tidaklah dinamakan komunikasi. Dan bila itu tidak dinamakan komunikasi, Nabi kita SAW kata “berkatalah yang baik, atau diam.” (riwayat BUkhari & Muslim. Hadith arbain an-nawawiyah ke-15).

Hahahaha…lucu? tapi ada logiknya, bukan? Dan apakah perkataan yang baik, yang mampu kita KASI sebagai pemberian yang bermanfaat buat orang. Maka ALLAH jawab:

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berda’wah kepada ALLAH, beramal soleh dan mendeklarasikan betapa “saya adalah daripada kalangan orang-orang Muslim”?” (Surah al-Fushilat [41]:33)

Lantas, setiap kita harus menjadi transmitter, sesuai dengan sabda nabi-NYA “sampaikanlah daripadaku biar satu ayat” di samping tetap rendah diri untuk menjadi receiver, sesuai dengan perintahnya “jadilah kalian generasi Rabbani, kerana kalian mengajarkan al-kitab, dan tetap terus mempelajarinya.” (surah ali Imran [3]:79). Di sini, wujudnya saling tindak balas itu, antara transmitter dan receiver. Seperti telefon, ada mikrofon sebagai corong suara yang menyampaikan maklumat, dan tetap ada speaker untuk anda menerima respon daripada pihak sana yang sama ada menyamankan mahupun membingitkan telinga anda. Inilah yang diperingatkan oleh ALLAH, begitu berbicara tentang masa. “saling berpesan akan kebenaran, dan saling berpesan akan kesabaran.” Ertinya, ALLAH ingin wujudkan komunikasinya di sini agar manusia itu tidak merugi, sehingga menyebut langsung tentang tindak balas transmitter dan receiver ini.

Nah, sudahkah anda berkomunikasi, atau justeru bicara anda tiada nilainya, tiada manfaatnya, hingga lebih baik anda diam sahaja? Pada andalah jawapannya.

-Faridul Farhan Abd Wahab "Tuhan, bukakanlah simpulan lidah agar mudahku berbicara"

Advertisements

About faridul

Engineer di siang hari, murabbi di malam hari, da'ie sepanjang hari
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s