[serial ukhwah]: Thank God I Found You

[serial ukhwah]: Thank God I Found You

“Saya hanyalah sebahagian daripada kaum saya!” begitulah sepotong pengakuan ikhlas seorang Sa’ad bin Ubadah, seorang tokoh dari kelompok para Anshar, begitu ditanya oleh baginda Nabi SAW setelah beliau menyampaikan ketidak puas hatian segolongan sahabat Anshar terhadap pembahagian fa’i (harta rampasan perang) begitu para pejuang mukmin kembali daripada medan Hunain. Perang yang, oleh ALLAH SWT di dalam surah at-taubah ayat ke-25, menyebut tentang ujian yang dihidang kepada mereka, lantaran banyaknya kader menjadikan mereka mula merasa ta’jub, bangga besar diri, sehingga seakan lupa kepada pengharapan kepada DIA seperti mana tatkala kecilnya jumlah mereka di medan badar, Uhud mahupun Khandaq.

“Tiga perkara yang membinasakan:

Kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang yang ujub terhadap prestasi diri.”

(Hadith riwayat Thabrani di dalam al-Ausath dari Anas dan Ibnu Umar. Hadith ini hasan lighairihi)

Ternyata, ujian itu tidak terhenti sekadar itu sahaja. Begitu pulang dari medan perang, sebahagian sahabat Anshar merasa sedikit terkilan, lalu mula “bercakap-cakap” tentang pembahagian ghanimah ini yang mana hanya diberikan kepada “kaum mualaf”, tanpa disisakan buat sahabat Anshar. Dan Sa’ad, sebagai memenuhi tuntutan ukhwahnya kepada sang Nabi, menyampaikan “bisik-bisik” ini, sambil tetap berdiri teguh di belakang para Anshar, juga atas tautan ukhwahnya terhadap mereka.

Ar-Rasul adalah orang yang sangat mentintai sahabatnya. Baginda selalu bersikap rendah hati dan kasih sayang kepada mereka. Lalu berucaplah baginda di hadapan para Anshar yang telah siap dikumpulkan itu;

‘Wahai sahabat Anshar, saya telah mendengar tentang kalian bahawa dalam hati kalian muncul segumpal perasaan yang tidak berpuas hati tentang tindakanku membahagikan fa’i. Wahai kaumku, bukankah aku datang kepada kalian pada saat kalian tersesat, lalu ALLAH tunjukkan jalan kepada kalian? Aku datang kepada kalian saat kalian melarat, lalu ALLAh berikan kekayaan kepada kalian? Aku datang kepada kalian saat kalian saling bermusuhan, lalu ALLAH satukan hati kalian?

Tidak semena-mena, seakan lagu “thank God i found you” melatari gambaran kisah ini di benak kepalaku:

I would give up everything
Before I’d separate myself from you
After so much suffering
I’ve finally found a man that’s true
I was all by myself for the longest time
So cold inside
And the hurt from the heart it would not subside
I felt like dying
Until you saved my life

Serentak, sahabat Anshar menjawab; ”Benar, ALLAH dan Rasul-NYA telah memberikan karunia dan anugerah.”

I would give you everything
There’s nothing in this world I wouldn’t do
To ensure your happiness
I’ll cherish every part of you
Because without you beside me I can’t survive
I don’t wanna try
If you’re keeping me warm each and every night
I’ll be all right
Cause I need you in my life

Sabda nabi; “Mengapa kalian tidak mau menjawab pertanyaanku, wahai kaum Anshar?”

Kaget, para Anshar terpinga; “Apa lagi yang harus kami jawab wahai Rasulullah? Anugerah dan karunia hanyalah milik ALLAH dan rasul-NYA!”

Lalu, berderailah air mata begitu mendengar sentuhan taujih baginda Nabi:

“Sungguh demi ALLAH, jika kalian mau, kalian dapat mengatakan –dan kalian benar adanya- bahawa “Engkau (Muhammad) datang kepada kami (Anshar) dalam kondisi didustakan, lalu kami membenarkanmu. Engkau datang kepada kami dalam kondisi terabaikan, lalu kami menolongmu. Engkau datang kepada kami dalam keadaan menderita, lalu kami menampungmu. Dan engkau datang kepada kami dalam kondisi sengsara, lalu kami membantumu..”

Sungguh, hati manakah yang tidak tersentuh mendengar jawapan penuh kasih namun tetap hikmah daripada Sang rasul ini? Andai kita yang “menonton” babak ini saja bisa menangis melihatkan ketinggian ukhwah ar-Rasul dan sahabatnya, bayangkan para Anshar terlibat yang tentu sekali merasa seakan telah melukakan hati kekasih mereka, Muhammad al-Mushtofa.

See I was so desolate
Before you came to me
Looking back I guess it shows
that we were destined to shine
After the rain to appreciate
And care for what we have
And I’d go through it all over again
To be able to feel this way

Oleh Abbas as-Siisiy di dalam bukunya “Thariq ilal Qulub”, ia gambarkan babak ini sebagai “fitnah yang hanya mampu dihadapi seorang Nabi.” Kerana memang benar, berapa ramai yang sanggup menghadapi babak dan episode sebegini di dalam kehidupannya? Dikritik, dipertikai oleh sahabatnya. Dipersoalkan, dibantah oleh orang bawahannya. Hingga wajar keluar tuduhan “tidak wala’”, atau agen musuh, atau tiada amal jama’ie, tetapi tidak nabi kita Muhammad SAW. Memang benar, fitnah sebegini, hanya sanggup dihadapi oleh manusia seteguh dan semulia baginda.

“Wahai sahabat Anshar, apakah kalian dapatkan dalam diri kalian kecintaan akan sepotong dunia, yang saya gunakan untuk melunakkan hati suatu kaum sehingga mereka mau masuk islam, sementara kalian saya sudah tidak ragukan keIslaman kalian? Wahai sahabat Anshar, apakah kalian tidak rela bila orang lain pergi membawa kambing dan unta, sedangkan kalian pulang membawa rasulullah?”

Lalu, tersingkaplah hakikat ukhwah itu: pulang membawa rasulullah! Kerana rasulullah lah “guru besar” pemaknaan ukhwah itu. Hingga, ada benarnya nyanyian Mariah carey dan 98o itu;

Thank God I found you
I was lost without you
My every wish and every dream
Somehow became reality
When you brought the sunlight
Completed my whole life
I’m overwhelmed with gratitude
Cause baby I’m so thankful
I found you

Di antara sedu-sedan itu, mereka menjawab; “Kami rela mendapatkanmu ya rasulullah!”

Thank God… mereka mendapat rasulullah. Jika orang menempuh suatu jalan di celah gunung, dan orang Anshar menempuh celah gunung yang lain, maka Muhammad SAW akan memilih celah yang ditempuh oleh orang Anshar. Begitu, hadith menurut Mubarakfury di dalam Rahiqul Makhtum-nya. Bagaimana pula dengan kita, bisakah berjumpa dengan Rasulullah di alam sana?

-Faridul Farhan Abd Wahab  “tarbiyah: thank God I found it!”

Advertisements

About faridul

Engineer di siang hari, murabbi di malam hari, da'ie sepanjang hari
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s