[serial ukhwah]: I don’t want to miss a thing

[serial ukhwah]: I Don’t Want to Miss a Thing

I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you’re far away and dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Well, every moment spent with you
Is a moment I treasure

-(Aeorosmith)-

“Syaikh ini menangis hanya kerana Rasulullah SAW menceritakan kepada kita tentang seorang hamba yang disuruh memilih, lalu ia memilih?” begitu, degus Abi Sa’id al-Khudri di dalam hati. Masakan tidak, Abu Bakar menangis, mengalir air matanya, demikian mendengar Khutbah baginda Nabi, yang mana Nabi SAW berkata; “seorang hamba diberi pilihan oleh ALLAH, di antara kekayaan dunia atau apa yang ada di sisi-Nya, lalu hamba itu memilih apa yang ada di sisi-Nya.” Maka tiada seorang pun di antara yang hadir, yang terasa “sentimental”, melainkan Abu Bakar seorang sahaja. “Engkau (ya Rasulullah) kami tebus dengan bapak-bapak dan ibu-ibu kami!” teriak Abu Bakar, penuh kesyahduan.

Pelik? Memang. Hinggakan mereka yang rapat dan mengenali seorang Abu Bakar, seperti Abi Sa’id al-Khudri pun, bisa merasa aneh, apa-apaan yang membuatkan sang khalifah pertama ini menangis hanya dengan kisah seorang manusia yang disuruh memilih, lalu ia memilih? Tapi, pada kisah aneh itulah, terangkum ketinggian dan keluhuran jiwa Abu bakar. Tentang betapa tingginya nilai ukhwah seorang abu Bakar. Dan, tentang betapa halusnya perasaan Abu Bakar, hingga bisa memahami saat perpisahan mereka bersama baginda Nabi sudah hampir. Bahkan, sangat hampir.

Lalu terpukaulah seorang Abi Sa’id dengan “chemistry” yang wujud di antara Abu Bakr dan Nabi SAW. “Ternyata hamba yang disuruh memilih itu adalah Rasulullah SAW. Abu Bakar adalah orang yang paling tahu di antara kami (para sahabat R.A) tentang hal tersebut.” Masakan, Nabi SAW sahaja mengangkat Abu Bakar sebagai “orang yang paling pemurah hati dalam hal harta dan persahabatan” dengan diri baginda yang mulia itu. Sungguh, tiada seorang insan mulia melainkan selayaknya mendapat sahabat yang mulia juga.

Namun, chemistry ukhwah antara Rasulullah SAW dan Abu Bakar tidak pula menjadikannya buta hati dalam bertindak dan mengambil sikap. Itulah sebabnya, biarpun Abu Bakarlah yang paling halus dan paling dekat ikatan hatinya dengan Nabi, begitu Rasulullah Saw meninggalkan kita semua, beliaulah yang tetap teguh lagi tegar dengan ajaran Nabi, hingga bisa membetulkan sikap emosional seorang Umar, yang mengugut bunuh siapa sahaja yang mengatakan Nabi SAW sudah mati, dengan kata-kata penuh keramat; “Barang siapa di antara kalian menyembah Muhammad, maka ketahuilah Muhammad sudah mati. Dan barang siapa yang menyembah ALLAH, maka sesungguhnya ALLAH Maha Hidup dan tidak mati.”

Kerinduan pada Rasulullah, tidak semestinya disambut dengan sambutan gilang gemilang, atau upaca ritual yang terkadang memasuki arena bid’ah yang dilarang. Tetapi cukuplah merindui Nabi SAW seperti rindunya seorang Abu Bakar, iaitu menghalusi perasaan dalam penghayatan terhadap baginda, lalu meneruskan perjuangan dan sunnah-sunnah baginda. Moga rindumu akan terubati.

I don’t wanna close my eyes
I don’t wanna fall asleep
‘Cause I’d miss you…
And I don’t wanna miss a thing
‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream would never do
I’d still miss you…
And I don’t wanna miss a thing

-(I don’t want to miss a thing)-

Faridul Farhan Abd Wahab  “bisakah tertebus rinduku padamu ya Rasul?”

About faridul

Engineer di siang hari, murabbi di malam hari, da'ie sepanjang hari
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s